guessing

Aku, hanya bisa tertegun menerima kenyataan bahwa…

kamu akan benar-benar baik-baik saja tanpa aku (mungkin),

dan sementara aku hanya bisa menerima karena pernah menjadi kamu

dan karena sikap keacuhan mu itu membuat aku, dibagian mana pun, merasa kesepian tanpa kamu.

“bahkan saat kehadiran kamu aku merasa kesepian…”–

kamu ‘tidak’ membicarakan hal remeh temeh tentangmu padaku,

tidak mengajak hal remeh temeh kepadaku

tidak mendiskusikan hal remeh temeh (sering kali) kepadaku mengenai diri mu,

atau bahkan yang penting untuk mu ‘selain kita’ (sehingga aku merasa tidak perlu melakukan dan mendiskusikan semua hal juga).

maka aku memilih diam dan tidak mengatakan ini itu, aku mencari diriku dan tidak menemukannya pada ‘mu’

sayangnya, sampai aku merasa tidak bisa memelukmu lagi…

Ibu…

Kadang saya membnci ia, kadang saya mengumpat, saya kurang ajar, iya…

Saya akui, tapi Ibu jika saya boleh jujur saya juga kesepian.

Beberapa waktu lalu saya membencinya, amat sangat, menyumpahinya,

dan kemudian ia datang dengan segala (kelelahannya) mungkin.

Ia membuat saya tidak membencinya dengan satu ucapan “mama, yang paling mengerti dan mendukung kamu, mama yang paling mengerti bagaimana usaha kamu”

“Terima kasih”

Saat itu saya berterima kasih, dan seketika itu juga melupakan beban dan kekesalan saya.

Saya marah kepada diri saya sendiri, bukan karena kekesalan ini, tetapi karena saya sangat merasakan kehadiar ia dalam aliran darah saya. Kenapa selalu seperti itu, saya hanya ingin menjadi ibu yang lebih baik dari nya. Itu saja…

“terma kasih karena telah berusaha menjadi ibu yang baik, disela kesibukan mu yang menyita waktu…” …..

Kekecewaan ini tidak akan pernah bisa di ucapkan….

Coz, its doesnt mean anything since you are my mom…

I hate you, and there’s a curse behind my pray…

But, how could this be, even you never there, i will always forgive you…

 

 

Apa…

tidak apa-apa ketika kamu atau siapapun itu ingin pergi. tidak apa-apa sungguhpun tidak apa-apa,

jika kamu ingin pergi dan ingin pergi. suatu saat dimana pun kamu berada, hanya ada satu yang menjadi pertanyaan,

apakah kamu pernah berada dan benar-benar berada di sini?

 

hit the gas… and we crawl…

Surat Untuk Krisna (so strory III)

20 november 2010

Kepada krisna, aku selalu mengeluh. Dia selalu ku sibukan dengan berbagai macam pertanyaan yang sebetulnya tidak perlu, dia maklum, aku maklum. Dia beberapa kali menceramahi ku, mencaci ku, mencampakanku dan kemudian kembali lagi. Krisna seperti ombak yang deras, yang gelombangnya tidak pernah bisa di prediksikan. Dan ketika ia melebur bersama batu karang yang keras ia dapat meluluhkan sebagian kekekrasannya. Di jalan-jalan yang sepi kadang aku mengingatnya melupakannya, mengingatnya kemudian melupakannya lagi. Krisna selalu menjadi tempat pelarian ku yang paling baik. Yang paling baik bagi kehidupan siapapun. Atau aku hanya berlebihan saja.

Sungguhpun kalau aku merindukan krisna hari ini atau di kemudian hari, aku tidak memiliki hak untuk itu. Karena krisna memang telah meruntuhkan karang itu, membelahnya menjadi banyak bagian, menenggelamkan sebagian lainnya. Krisana seperti yang kuceritakan ketika lalu, berserakan di mana-mana, dipojokan kamarku di ruang kamarku, di atas kasurku, saat ku bermimpi, saat aku mengerang sakit. Dia ada di setiap busuk-busuk borok yang ku miliki.

Krisna, hari ini aku berjalan menyusuri kota yang belum pernah ku datangi sebelumnya. Aku bertemu banyak orang yang kemudian aku dapat membaca karakternnya walaupun tidak semua orang itu aku mengenalnya. Ada yang kutemui dan baru ku kenal beberapa jam lalu, beberapa menit lalu, beberapa hari yang lalau, ketika aku menjejakkan kakiku di sini. Di kota bernama Tuban. Kamu mungkin akan tertawa ketika ku kakatakan kalau akau merindukan mu. Dan ketika aku meninggalkan tempat satu dan beralih ke temat lainnya di kota ini, aku sangat cemas, melebihi kecemsanku terhadap apapun.

actually…

actually….

actually….

and this world going crazy,,,

in every time and every breath of each persons…..

they are just going crazy…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.