Ibu…

Kadang saya membnci ia, kadang saya mengumpat, saya kurang ajar, iya…

Saya akui, tapi Ibu jika saya boleh jujur saya juga kesepian.

Beberapa waktu lalu saya membencinya, amat sangat, menyumpahinya,

dan kemudian ia datang dengan segala (kelelahannya) mungkin.

Ia membuat saya tidak membencinya dengan satu ucapan “mama, yang paling mengerti dan mendukung kamu, mama yang paling mengerti bagaimana usaha kamu”

“Terima kasih”

Saat itu saya berterima kasih, dan seketika itu juga melupakan beban dan kekesalan saya.

Saya marah kepada diri saya sendiri, bukan karena kekesalan ini, tetapi karena saya sangat merasakan kehadiar ia dalam aliran darah saya. Kenapa selalu seperti itu, saya hanya ingin menjadi ibu yang lebih baik dari nya. Itu saja…

“terma kasih karena telah berusaha menjadi ibu yang baik, disela kesibukan mu yang menyita waktu…” …..

Kekecewaan ini tidak akan pernah bisa di ucapkan….

Coz, its doesnt mean anything since you are my mom…

I hate you, and there’s a curse behind my pray…

But, how could this be, even you never there, i will always forgive you…

 

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.