…Tsuki…daisuki ^^

this is the story about lil Tsuki, a kitten that i found a few days ago.

a few days ago, it was Monday 7.00 pm, i walked myself to department store. my father asked me to checked his account. i left with a half feeling, half for my laziness another for my soso. the moon was bright with its yellow light. it was beautiful, a little bit creepy, but with that kind of feeling i left my home easily. that day when i first heard this lil voice. “nyau..nyau..nyau…weeea..weaa..weaa” . i knew this, this voice came from some place, place that i dont even know, at first. that night, i never knew it would change my life, i never thought that i would be a mother of a kitten.

Nyau…nyau… di sebuah pojokan trotoar yang hampir hancur di antara got dan jalanan berisi angkot-angkot yang berkelebatan malam itu, aku mendengar suara kucing kecil memanggil induknya. dalam pejalanan menuju Giant yang tidak terlalu jauh dari rumahku. aku hanya penasaran, dengan sedikit terkejut ‘clingukan’ tak tentu arah. harap harap cemas, otak dipenuhi ketakutan menemukan anak kucing sekarat dan yang terlintas saat itu hanya ” sepulang ini gw kuburin aja mayatnya” how ridiculous. semua hal yang aku harus lakukan malam itu, aku lakukan dengan sangat cepat, karena kalau sudah berbicara mengenai kucing apapun bisa aku lupakan.

angkot membawaku pulang, kembali ke arah rumah dan suara yang ku dengar beberapa waktu yang lalu dan suara itu kembali muncul. untuk ukuran anak kucing ia memiliki suara yang cukup keras. hingga mengalahkan suara angkot yang berseliweran, atau mungkin karena aku hanya terlalu fokus pada satu suara tertentu yang ingin aku dengar saja, yaaa, entahlah. “lama!” itu yang ku pikirkan saat angkot ini berjalan amat sangat perlahan. tidak membutuhkan waktu berfikir yang lama untuk aku memutuskan turun dengan segera dari angkot dan berlari menghampiri suara -nyau nyau- itu. Kaget, ya, aku kaget, terkejut, sangat, suara nyaring itu, berasal dari tubuh kecil seekor anak kucing yang mungkin baru berumur 2 hari atau mungkin 3 hari (karena tubuhnya sudah berbulu walau tidak lebat). aku mencari, melihat ke sekeliling tempat, mungkin anak kucing ini terjatuh -fikirku-. dimana induknya?? melihat anak kucing ini terus menangis, aku yang cengeng mengambilnya tanpa berfikir panjang. keragu-raguan sempat menghampiri ku. tapi itu tidak menjadi penghalang keinginanku untuk -tidak membiarkan begitu saja- anak kucing terlantar ini (lagi lagi ini adalah fikiranku saat itu). secepat kilat aku membawa kucing itu ke rumah, membeli susu formula untuk balita di warung serba ada.

sepi, tidak ada aktifitas lain saat itu. keadaan gang-gang sempit yang sedikit menyeramkan ditambah cahaya bulan penuh yang menguning. seharusnya menjadi saat yang menyeramkan. tapi dengan anak kucing itu semua hal menyeramkan tidak lagi ada di otakku. yang terlihat hanya bulan yang tersenyum dan sebuah nama yang mengambang begitu saja di alam sadar ku ‘Tsuki’.

-nyau nyau nyau- anak kucing itu terus menangis, saat itu dengan perasaan khawatir, sedih dan entah apapun itu aku berkata pada anak kucing (yang gak nerti apa yang aku ucapkan) “mulai saat ini nama kamu Tsuki yah” bulan kuning yang cantik. keberadaan Tsuki merubah ku selama beberapa hari ini, aku seperti memiliki seorang anak, setiap malam terbangun hanya karena Tsuki menangis, minta susu, atau ingin buang air. siang aku habiskan menunggui bayi kucing ini. Tsuki membuat aku menangis karena mencari dot kucing yang sulit ditemukan. Tsuki si pendatang baru yang langsung disayangi, bahkan oleh Ibuku yang tidak ingin memelihara kucing lagi.

aku tidak benar-benar memiliki keberanian untuk merawat Tsuki, pada awalnya. aku hanya seorang manusia yang mungkin bukan hal tepat yang dibutuhkan Tsuki saat ini. sampai seseorang berkata “Tigeress pasti bisa melihara Tsuki”, aku percaya dan aku ingin mempercayai diriku sendiri untuk merawatnya lil Tsuki si Ucil ^^.

pada Tsuki aku hanya berharap, agar bisa merawatnya sampai ia menjdi kucing yang mandiri, dan ia saat ini bisa selamat melalui masa kritisnya dalam berjuang untuk hidup. i start to love Tsuki, as my own son. this is my message for Tsuki eventhough he will not understand what i say. Son i want you to survive and watch you grow up, stay here and be the strong and cute kitty ever.

dear God, please save him and let him alive and stay by my side.

dalam kekhawatiranku menungu dan mengamati pertumbuhannya……

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.