:(

Kawan, jangan kaget ya, berat gw sekarang cuma 20 kg…

Tuhan mungkin hanya ingin menunjukan kebesarannya.
Tuhan ingin kita semua menyadari betapa berharga hidup.
Aku tidak akan protes atau memaki atau menggugat.
Aku yakin Ia memiliki rencana yang baik untuk mu sahabat.

Sahabat, disaat kau pergi ada anugrah lain yang datang.
Kamu yang sangat tahu, kamu yang selalu bertentangan.
Saat dimana aku membutuhkan dukungan lebih dari apapun.
Sahabat, kamu pasti akan berkata
“Tenang, jangan dipikirin cha, dibawa santai, ngelahirin gak sakit kok, nikmat” sambil tertawa renyah. 

Aku rindu, kangen, cuma kamu yang tidak pernah menakuti, cuma kamu yang selalu memotivasi.

Aku ingat, saat dimana kita selalu menghabiskan waktu berdua.
Bercerita tentang hidup kita. Kamu selalu bersedia menjemputku dengan sepeda motor mu itu.
Kapan pun, saat apa pun, siang, sore, malam, kamu selalu siap.
Cerita kita tidak hanya cerita manis, pernah suatu ketika di tahun 2005, aku menamparmu, kecewa, karena satu alasan prinsip. Tapi, kita tetap sahabat, maaf aku meninggalkanmu saat itu, maaf aku tidak menjadi kawan yang baik bagimu saat itu, dan mungkin itukah yg menjadi takdirmu.
Atau saat smp ketika kita mengikuti ekstrakulikuler PMR, kamu hampir terkena hipotermia, dan aku bersusah payah menggendongmu karena aku takut  kamu meninggal saat itu.
Atau saat dimana kita makan dan aku melempar kucing ke arah mu lantaran aku kesal ketika kamu bergidik jijik. Dan akhirnya kamu menangis. Maaf, kawan, sahabat.
Aku selalu usil, aku selalu hanya merepotkan.

Kemarin, aku mengunjungi rumah emak, melewati gang gang seram yg selalu kamu lalui setelah mendengar keluh kesahku. Gang sempit, dan kamu tidak pernah protes ketika aku meminta untuk datang. Ya Allah 😦

Cis, kalo gw tau lo mau pergi, wkt gw nengok lo terakhir gw ajak lo ngobrol banyak banyak.
Cis, tau gt gw nginep, :(, gw selalu salah ngambil langkah, maafin gw, gak ada yg bisa diandelin, gw sadar kita kita tanpa lo itu gak ada motor penggeraknya. gak ada yg menengahi ketika kita kita beda pendapat. Lo yg selalu bisa lead. Cis, echis, Ya Allah, terimalah amal ibadahnya, ampuni segala dosanya, hanya Engkau yg maha tau kedalaman kedalaman hati.

So long friend

Sampai saat ini gw gak percaya kalo lo udah ninggalin kita semua, baru beberapa hari yang lalu kita ngobrol.
Rasanya baru kemarin juga kita lulus dari sekolah. Kita banyak berdebat tentang anak jalanan, atau cara pandang kita yg agak beda. Tapi lo gak pernah sekalipun mencibir perbedaan itu.
Banyak kenangan yg lo tinggalin buat gw Cis.
Dan kayaknya lo tau lo mau pergi ninggalin kita.
Gw speechless, banyak yg pengen gw tanyain, pengen banget Cis, pengen banget gw bantu lo lebih banyak, bukan hanya gw, tapi kita semua temen temen lo.
Janji ke toko buku bareng belum juga gw penuhin, bahkan di saat terakhir elu inget kita semua, dan gw gak ada di saat waktu terakhir lo.

Yang selalu gw inget, mungkin ini pesan terakhir lo buat kita semua yg sayang lo.

Sekali sekali kita ngaji dong jangan nyanyi aja, nanti kita ngaji sama sama.

Menurut kalian yang dipanggil duluan siapa? Kayaknya gw deh, karena Allah ngasih gw swmuanya duluan, gw nikah lebih dulu, punya anak lebih dulu soalnya.

Gw gak pernah sangka, gw gak pernah berfikir sejauh itu, walaupun gw tau, kalau semakin hari lo semakin lemah.

Kita semua sayang lo Cis, gw, myong, tewe, indah, garet, dan nina akan terus jaga anak lo, anak kita semua, dan kita gak akan pernah berhenti berdoa buat lo.

Rest in beauty dear our beloved sis. We miss you already. 😥

Mr. And Mrs. Saputro

Started from that day i’ve became Mrs. Saputro and i’m proud of it 🙂

Sekarang walaupun decepticon menghancurkan dunia, kamu akan selalu menjadi autobots untuk ku,  Menjagaku membimbingku dan menyayangiku kan Mr. Saputro 🙂

image

?

Your wife,
Mrs. Saputro

Motor suara kentut….

Bogor kota indah sejuk nyaman
bagai bunga di dalam taman
slalu disinggahi wisatawan
sungguh menarik perhatian
disana banyak pemandangan dan peristirahatan
yg indah sejuk serta damai
Disana aku dilahirkan dan aku dibesarkan di kota kesayanga

Well, ini lagu ironi yang jarang dinyanyiin anak anak kecil di bogor saat ini.
Karena realita telah memakan imajinasi anak anak kecil tentang kota kesayangannya. Suara motor yang bising, mobil yang batuk, sudah menjadi pemandangan yang gak asing lagi di bogor, pemandangan yang beberapa tahun lalu aku gak pernah bayangkan.

Bogor tetap menjadi tempat pulang yg nyaman, hanya saja lautan angkot ini mesti di benahi, dan putera daerah wajib menghentikan laju perpindahan manusia ke kota bogor, jikalau ingin bogor terselamatkan dan terbebas dari masa depan suram seperti jakarta.

=.=

Am i alien or what?

Well, i just dont get it, people =.=

When it rains

And when it rains

aku seolah berjalan menyusuri garis pantai, yang tidak berujung, yang menambatkanku pada batu batu karang.
yang kemudian memberiki rasa sakit di kaki. terbentang luas hitam pekat menyembunyikan keindahan keindahan.

On this side of town it touches, everything.

semuanya berawal dari pertemuan, pertemuan yang menyisakan tangis. aku pernah bermain di langit bersama nya, bersamanya yang bernama kebahagiaan. oh ya, dan aku menikmati saat saat itu. saat menjadi nakal saat menjadi diri sendiri. without fake smile… setiap jalan jalan ini membawaku kembali pada kenangan kenangan bersamanya. bersamanya kutemukan makna kebahagiaan. 

Just say it again and mean it.

why should i care, why should i listen, all i need it is just to get going, aku tidak membutuhkan pertanyaan pertanyaan, aku tidak membutuhkan penampikan, aku pernah menikmati ke akuan ku saat bersama dengan mu dengan kebahagiaan itu. tetapi kemudian aku menjadi kehilangan diri sendiri, aku melepaskan diri perlahan menjadi sosok lain yang tidak ku mengerti, menyingkirkan alterego.

We don’t miss a thing. You made yourself a bed At the bottom of the blackest hole (blackest hole) And convinced yourself that It’s not the reason you don’t see the sun anymore

And no, oh, how could you do it?

Oh I, I never saw it coming. No, oh, I need the ending. So why can’t you stay Just long enough to explain? And when it rains,
Will you always find an escape?
Just running away,
From all of the ones who love you,
From everything.
You made yourself a bed
At the bottom of the blackest hole (blackest hole)
And you’ll sleep ’til May
And you’ll say that you don’t want to see the sun anymore

And no, oh, how could you do it?
Oh I, I never saw it coming.
And no, oh, I need the ending.
So why can’t you stay just long enough to explain?

Take your time.
Take my time.

Take these chances to turn it around. (take your time)
Take these chances, we’ll make it somehow
And take these chances to turn it around. (take my…)
Just turn it around.

No, how could you do it?
Oh I, I never saw it coming.
No, oh, how could you do it?
Oh I, I never saw it coming.
No, oh, how could you do it?
Oh I, I never saw it coming.
No, oh I need an ending.
So why can’t you stay
Just long enough to explain?

You can take your time, take my time.

Sampingan

when it is over :)

“What does that mean sir?”
“Pardon me little girl?”
“What is the meaning of ‘living without any burden’, myself saying that much”
“That’s mean you are tired being you, that’s mean die” he was smiled at me, and waved his hand when he walked away and leaved.

Aku melihat berbagai macam orang, menemui berbagai macam makna, menelusuri ruang ruang hampa dan kosong yang pernah ramai kemudian ditinggalkan. Aku tidak juga ingin tahu segalanya, tetapi kadang segalanya menghampiri aku begitu saja. Memperlihatkan kepadaku kehidupan, rahasia rahasia, aib, kebusukan, sampai kematian. Aku didalamnya bersama beberapa manusia lain yang berusaha juga mengarungi.

Sejauh menjadi jujur dan terbuka adalah pilihan kami, tetapi kami terlalu merasakan beban (aku dan manusia lain itu). Yang aku sendiri menganggapnya prinsif. Etika dalam berkemanusiaan, sama hal nya dengan berketuhanan.

Aku mungkin dianggap penghianat, dianggap sebagai makhluk busuk yang sebentar lagi tenggelam dalam drama keburukan keburukan. Aku maklum, siapapun boleh saja menilai, menjejali otaknya masing masing tentang persepsi satu sama lain. Tetapi bolehkah aku protes, tetapi aku tidak merasa pantas protes.

Bahwa manusia itu selalu saja memiliki motif masing masing, dalam melakukan berbagaimacam hal, bahwa manusia lagi lagi tidak pernah benar benar tulus, kecual spontan dan tidak terorganisir. Aku secuilpun tidak menikmati panggung panggung sandiwara yang pernah terlalui.
Ketika setiap hubungan yang mungkin tercipta mungkin hilang, ketika setiap tawa yang mungkin ada mungkin berubah kebisuan, ketika kenyamanan berubah kebencian, tanpa dikatakan, aku sangat membenci hal hal demikian.

Baiklah, anggap saja aku adalah manusa planet namec, seorang yang hidup berbeda dengan orang lain, memilih jalan menjadi busuk, buntung di sana sini kemudian bisa meregenerasi diri sendiri, membuatnya baru dan utuh kembali, dengan kekuatan baru. Memperbaiki diri dengan suka hati. Tidak akan menjadi apa apa, jika ditinggalkan adalah suatu kelumrahan, jika melupakan adalah harafiah manusia. Tidak akan menjadi apa apa. Hanya saja, 🙂 bertapa pecundangnya aku, jika membuang baris demi baris cerita yang telah Tuhan titipkan dan berikan untukku. titik

Previous Older Entries